Percepat PM-AAS, BRMP Bali Salurkan Benih Cakrabuana Agritan untuk “Petani Champion” di Bangli
Bangli, 7 Agustus 2026 – Upaya mempercepat penerapan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Provinsi Bali terus dilakukan. Salah satunya melalui dukungan penyediaan benih unggul bagi petani yang berkomitmen menerapkan teknologi pertanian modern secara swadaya.
Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern, efisien, produktif, dan berdaya saing. Selain memperluas areal tanam melalui cetak sawah dan optimalisasi lahan, peningkatan produktivitas juga diarahkan melalui intensifikasi pada lahan eksisting dengan penerapan PM-AAS.
PM-AAS mengedepankan penerapan teknologi budidaya secara terpadu, mulai dari penggunaan benih unggul, pengaturan jarak tanam optimal, pemupukan berimbang, pengelolaan air secara efisien, hingga pengendalian organisme pengganggu tanaman berdasarkan prinsip budidaya yang baik.
Pada 2026, Provinsi Bali mendapat target penerapan PM-AAS seluas 15.976 hektare. Untuk mendukung pencapaian target tersebut, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali telah melakukan berbagai langkah strategis, antara lain membangun Dem Area PM-AAS seluas 100 hektare di Subak Tibubeleng, Kabupaten Jembrana, serta mendorong pengembangan demplot PM-AAS di seluruh kabupaten/kota di Bali hingga tingkat desa.
Demplot tersebut diharapkan menjadi wahana pembelajaran bagi petani untuk melihat secara langsung penerapan teknologi PM-AAS di lapangan. Dengan demikian, teknologi yang diterapkan dapat direplikasi secara mandiri oleh petani dan mempercepat perluasan penerapannya.
Di tengah keterbatasan anggaran, pengembangan demplot diprioritaskan bagi petani yang memiliki komitmen kuat untuk menerapkan PM-AAS secara swadaya. Petani tersebut didorong menjadi “Petani Champion”, yakni petani pelopor yang dapat menjadi contoh sekaligus penggerak adopsi teknologi di wilayahnya.
Tingginya antusiasme petani mendapat dukungan dari Kepala BRMP Bali melalui penyaluran benih padi hasil produksi kegiatan perbenihan BRMP Bali. Meskipun ketersediaan benih produksi tahun 2026 masih terbatas, penyuluh pertanian di Provinsi Bali didorong segera mengusulkan Petani Champion di wilayah binaannya untuk mendapatkan dukungan benih.
Kabupaten Bangli menjadi salah satu wilayah yang telah mengusulkan Petani Champion. Sebanyak empat subak ditetapkan sebagai penerima bantuan benih, yakni, Subak Lagaan sebanyak 35 kilogram, Subak Perayu sebanyak 70 kilogram, Subak Batuaji sebanyak 20 kilogram, Subak Yangapi sebanyak 7 kilogram. Jadi total benih yang disalurkan untuk Kabupaten Bangli mencapai 132 kilogram.
Benih yang disalurkan merupakan varietas Cakrabuana Agritan. Benih tersebut diantar langsung oleh Katim Kerja Wilayah II bersama Penanggung Jawab Kabupaten Bangli dan Tim LTT Kabupaten Bangli. Cakrabuana Agritan memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya tahan terhadap penyakit blas serta agak tahan terhadap hawar daun bakteri (HDB) strain III dan tungro. Karakter tersebut menjadi salah satu keunggulan penting dalam menekan risiko kehilangan hasil akibat serangan penyakit tanaman.
Dari sisi produktivitas, Cakrabuana Agritan juga memiliki potensi hasil yang tinggi, mencapai sekitar 10,2 ton gabah per hektare pada kondisi budidaya yang optimal.
Bantuan benih diterima langsung oleh Katimker Kabupaten Bangli di Kantor CWS Kabupaten Bangli untuk selanjutnya didistribusikan kepada masing-masing subak penerima.
Dukungan benih unggul ini diharapkan tidak hanya membantu petani dalam memenuhi kebutuhan benih, tetapi juga memperkuat peran Petani Champion sebagai contoh penerapan PM-AAS di tingkat lapangan.
Melalui Petani Champion, penerapan teknologi pertanian modern diharapkan semakin cepat menyebar dari satu petani ke petani lainnya, dari satu subak ke subak berikutnya. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan produktivitas padi, efisiensi usaha tani, serta memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Bangli dan Provinsi Bali secara berkelanjutan.
(Surendra Atmaja & Tim LTT Kabupaten Bangli)